Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan? Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur? 

Q. S. Al-Waqiah : 68-70

Advertisements

Jika Landasan…

Bahkan cinta dan kepribadian tidak bisa dijadikan landasan. Mari luruskan niat, hanya untuk ibadah pada Allah..

Eureka, Eureka, Eureka 89!!!

Jika landasan pernikahan adalah seks, maka pasangan kerap bertengkar jika layanan di kamar tidur tidak memuaskan.

Jika landasan pernikahan adalah harta, maka pasangan bakal bercerai jika jatuh miskin.

Jika landasan pernikahan adalah kerana tubuh, pasangan bakal lari jika rambut beruban dan muka berkerut atau badan sudah menjadi gendut.

Jika landasan pernikahan adalah anak, maka pasangan akan mencari alasan untuk pergi jika buah hati (anak) tidak hadir.

Jika landasan pernikahan adalah kepribadian, pasangan akan lari jika orang berubah tingkah lakunya.

Jika landasan pernikahan adalah cinta, hati manusia itu tidak tetap dan mudah terpikat pada hal-hal yang lebih, lagi pula manusia yang dicintai pasti mati.

Jika landasan pernikahan adalah ibadah kepada Allah, sesungguhnya Allah itu kekal dan Mahapemberi hidup kepada makhlukNya.

Allah mencintai hambanya melebihi seorang ibu mencintai bayinya.

Maka tak ada alasan apapun di dunia yang dapat meretakkan rumah tangga kecuali jika pasangan itu durhaka kepada Allah.

*rumahkeluarga-indonesia.com

View original post

Merayu pada Allah yang tahu isi hatiku

Di malam hening aku selalu mengadu

Tunjukkan padaku

Kuaktifkan radarku mencari sosok yang dinanti

Kuikhlaskan pengharapanku dihati

Siapa dirimu

Dalam kesabaran ku melangkah menjemputmu

Cinta dalam hati akan aku jaga hingga Allah persatukan kita

Reff.

Jodoh dunia akhirat

Namamu rahasia

Tapi kau ada di masa depanku

Kusebut dalam doa

Kuikhlaskan rinduku

Kita bersama melangkah ke surga abadi

Bukan cinta yang memilihmu

Tapi Allah yang memilihmu untuk kucintai

(Motivasinger – Jodoh Dunia Akhirat)

Nasihat Pernikahan dari seorang Ibu
“Putriku, sesungguhnya engkau telah memisahkan diri dari “lingkungan” yang darinya engkau keluar. Engkau telah meninggalkan kehidupan yang darinya engkau berkembang. Seandainya seorang perempuan tidak membutuhkan seorang suami, karena kecukupan dari orangtuanya dan kebutuhan orang tua yang sangat pada anaknya, maka engkau menjadi orang yang sangat tidak membutuhkan suami. Namun wanita diciptakan untuk laki-laki dan baginya laki-laki tercipta.”

Nasehat yang pertama dan yang kedua adalah : Engkau harus rendah hati dengan senantiasa bersikap menerima dan, selalu mendengarkan dan taat kepadanya.

Nasehat yang ketiga dan yang keempat adalah : Hendaklah engkau menjaga kebersihan sesuatu yang kepadanya hidung dan mata suami tertuju. Jangan sampai ia melihat kejelekan ada pada dirimu, dan jangan sampai ia menciummu kecuali engkau dalam keadaan wangi.

Nasehat yang kelima dan keenam adalah : Hendaknya engkau selalu siapkan waktu tidur dan makan baginya. Karena kelaparan akan membuatnya garang dan kekurangan tidur akan membuatnya mudah marah.

Nasehat yang ketujuh dan kedelapan : Hendaklah engkau menjaga hartanya, memelihara kehormatan dan putra-putrinya. Dapat mengurus harta adalah sebuah perhitungan yang baik dan dapat mengurus anak adalah kemampuan mengatur yang baik.

Nasehat kesembilan dan kesepuluh : Janganlah engkau melanggar perintahnya. Janganlah engkau melanggar perintahnya, Janganlah engkau menyebarkan rahasianya. Jika engkau menentang perintahnya, maka membuat hatinya dongkol. Jika engkau menyebarkan rahasianya, maka engkau tidak bisa menjaga kehormatannya.

Kemudian hendaklah engkau tidak tampak senang di hadapannya mana kala ia sedih. Tidak pula engkau bersedih ketika ia dalam keadaan berbunga-bunga.

Pencerahan : Kebahagiaanmu bukan di tangan orang lain, tapi ditanganmu sendiri.

Menjadi Wanita Paling Bahagia – DR. Aidh Al-Qarni