Praktek Entrepreneur Lapangan

Akhirnyaaaa…! Dua minggu sudah saya melaksanakan Praktek Entrepreneur Lapangan alias #PEL. Rasanya cukup senang. Cafenya nyaman, makanannya enak (makan hampir tiap hari di sini), pembimbing & all crew nya baik dan welcome, super fleksibel, dan tak kalah penting: saya dikasih nilai bagus! hohohooo…

Yang saya dapat dari PEL ini..
1. Awal mula membangun bisnis cafe. Jadi dulunya ini tempat nongkrong aja gitu, makanan pun seadanya. Makan-gak makan asal ngumpul. Tapi kemudian owner nya ‘sesak napas’ gara-gara gak ada profitnya. Mulai lah tempat ini diseriusin jadi tempat makan. Tentunya dengan tetap membuat suasana senyaman mungkin untuk nongkrong.
2. Proses bisnis cafe. Lumayan kompleks juga ternyata. Belanja bahan baku, atur shift karyawan, masak (menunya lebih dari 100!), melayani pelanggan, promosi, dsb. Tapi kayaknya asik. Tidak membuat saya membatalkan niat untuk bisnis di bidang ini (sejak kapan lo tertarik bisnis cafe, Sin? Heran gw)
3. Jadi admin twitter. Sang owner sekaligus pembimbing PEL saya menugaskan saya untuk mengurus twitter (karena selama ini gak ada yang ngurus). Saya dengan senang hati dong, secara lagi seneng-senengnya twitteran. Bahagia.. sekali ketika kerja online di cafe. Terus kalau gak ada pembimbing, saya bisa kabur *eh :))
Begitu PEL selesai, ada review di kampus YEA. Slide presentasi saya paling banyak dibanding yang lain, 44 slide! Heboh gak siy? Gak tau kenapa saya merasa perfeksionis sekali saat membuat slide itu. Apakah ini pertanda jiwa Ravenclaw saya mulai tumbuh? *halah.
Agenda berikutnya adalah..
– Bikin laporan PEL
– Menulis resume buku Cashflow Quadrant
– Hari Selasa masuk kelas dan akan bermain Cashflow Games seharian. Asiiiik!
Tapi sekarang,
mari liburan sebentar B-)
NB:
1. Sahabat saya di Batam tanggal 20 Des yang lalu melahirkan anak perempuan bernama Khansa.
2. Sahabat saya di Bandung tanggal 22 Des (hari Ibu) juga melahirkan anak perempuan, belum dikasih nama.

TTL: Bandung, 22 Desember 2012 :’)
Owh I envy them!
Semoga mereka menjadi orangtua yang baik, mampu merawat dan mendidik putri pertama mereka itu hingga jadi anak yang berguna bagi keluarga, masyarakat, negara, dan agama *tsaaah. Amiiiin.. 😀
Sumber foto: saya curi dari twitpic ibunya :))

Another Quick Update

1. Saya sedang melaksanakan Praktek Entrepreneur Lapangan (PEL) di sebuah cafe di Jatinangor. Tugas utama: admin twitter. Saya dulu pernah berkhayal, kerja sebagai penulis novel, nulis di cafe yang nyaman sambil online. Kegiatan PEL ini nyaris sama dengan khayalan itu, kecuali bagian “menulis novel” :P. Gapapa. Someday I will be. Someday.

2. Adik saya yang satu kosan dengan saya, keterima kerja di Jakarta. Huaaaa… saya gak bisa membayangkan berpisah dengannya. Nanti saya pinjem baju sama siaaappaaaa…?? *loh.
3. Saya pengeeeeeeeen banget nonton The Billionaire. Tapi di PEL ini harus masuk setiap hari. Bahkan hari Minggu itu wajib. Hiks.. kapan saya bisa nonton kalau gini caranya?
4. Orangtua saya ke Bandung! Hore! Mereka mengisi kamar kos saya dengan kulkas, cooler, dispenser, dan penanak nasi. Kamar jadi sempit banget dan terancam tagihan listrik bulan depan membengkak. Hahahaha… Nikmati saja. Alhamdulillah.. 🙂 Plus, pastinya momen favorit saya: BELANJA BAJU!
5. Nemu satu blog baru yang recommended: www.namarappuccino.blogspot.com karya @ericknamara. Saya suka mengutip postingan “Sekeping Frase” dan men-tweet nya dengan hashtag namarappuccino. Check them out, guys! 😀

6. Merasa harus ikutan penyusunan buku antologi Banceuy (Bandung Cendoler’s Euy). Harus bikin cerpen atau puisi. Kayaknya sih lebih cepat dan lebih mudah bikin puisi. Doakan saya yah. Semoga dapet ide dan mood oke buat nulis puisi. Amiiin YRA.
7. Sahabat saya sebentar lagi akan MELAHIRKAN..! Waaaaooow *ikut deg-degan*
8. Sahabat saya yang sebentar lagi melahirkan gak cuma yang di Bandung, tapi yang di Batam juga! *double deg-degan* 😀
9. Resolusi 2009 baru terwujud akhir tahun ini: punya domain sendiri! (sintamilia.com)
10. Resolusi 2011 ada yang belum terwujud. Gak mau dibahas. Trims :p
Sekian dan terima kamu apa adanya 😀

Friendship Through The Years

Buat saya, foto di atas ini mengharukan sekali :’)
Sepuluh tahun selalu bareng, dari anak-anak hingga beranjak dewasa.
Gak kebayang gimana jadi mereka yang sekarang harus berpisah.
Pasti sedih banget.
Saya belum pernah punya hubungan persahabatan sepuluh tahun.
Hubungan saya dengan teman terdekat saya baru akan menginjak 9 tahun. Itu pun cewek dan kami kuliah di kampus yang berbeda. Ga sebanding lah sama Emma, Daniel, & Rupert.
Emma sendiri pernah bilang.. apa ya.. intinya bahwa ga banyak orang di dunia ini yang tahu bagaimana rasanya jadi dia (secara dia aktris dan menghabiskan masa remajanya di film Harry Potter yang fenomenal itu). Cuma dua orang yang ngerti karena punya pengalaman yang kurang lebih sama dengan dirinya, yaitu Dan & Rupert. Emma sampai nangis pas produksi film HP berakhir dan dia tahu pasti akan sangat merindukan syuting bersama dua sahabatnya itu.
Saya gak tahu detail persahabatan mereka di dunia nyata. Yang saya tahu persahabatan Harry, Ron, dan Hermione di film (di buku udah lupa >.<).
Satu hal yang saya perhatikan: MEREKA SUKA BERTENGKAR! Hahahahaha..
Harry & Hermione jarang sih.
Ron & Harry kadang-kadang.
Ron & Hermione lumayan sering.
Bagi saya pribadi, pertemanan/persahabatan kurang afdol kalau belum bertengkar. Pertengkaran itu seperti ujian. Kalau setelah bertengkar kita tetap bisa bersahabat seperti sebelumnya, maka bisa dikatakan kita memang benar-benar sahabat. Sebaliknya, kalau malah membuat hubungan memburuk, kita tahu sebatas apa hubungan kita.
Selain pertengkaran, jarak dan waktu juga bisa menjadi ujian. Ketika kita berpisah jauh, atau jarang sekali bertemu, kita akan tahu sejauh mana nilai persahabatan saat kita bertemu. Apakah canggung atau bingung mau ngobrol apa, ataukah akan curhat panjang lebar seperti saat dekat dulu seolah jarak & waktu yang pernah memisahkan itu tidak pernah ada?
Saya benar-benar salut sama orang yang bisa mempertahankan persahabatan sampai bertahun-tahun. Ujian pertengkaran masih bisa dilewati kalau saya dan sahabat saya sama-sama ikhlas memaafkan. Tapi kalau ujian jarak dan waktu… saya agak susah nih, meskipun sekarang saya mulai berharap terbantu dengan adanya internet.
Melihat persahabatan Golden Trio juga bikin saya punya teori *halah.
Sebuah teori tentang persahabatan dengan lawan jenis.
Mari kita sebut dengan “Teori Persahabatan Hermione”.
Begini bunyinya,
Seperti Hermione dan Ron, persahabatan bisa berubah jadi percintaan.
Seperti Hermione dan Harry, persahabatan bisa bertahan selamanya.
*Eaaaaaa
Sesuatu banget kan ya? Hehehehehe..
Eniwei, bagaimana kabar sahabatmu? 😉

Memories In The Kost :D

Besok adalah hari terakhir saya di kosan ini. Pondok Mamah(PM), begitu kami menyebutnya. Lusa saya akan pulang ke Batam sampai lebaran. Setelah itu saya belum tahu. Mungkin saya akan bekerja di Batam, atau kembali ke Bandung. Kalaupun saya ke Bandung, tidak akan lagi ke kosan ini karena adik saya sudah menemukan tempat kosan baru.

Kosan ini penuh kenangan, sungguh. Saya di sini selama dua tahun terakhir. Mulai dari jaman jobtraining, seminar, nyusun skripsi, sidang, revisi skripsi, produksi Flickering Light, masa-masa pengangguran, mencari kerja, sampai dapat kerja, sampai berhenti kerja. Hahahaha.. So many stories, right? :’)

Salah satu kenangan terindah di sini adalah saat anak-anak kosan merayakan ulang tahun saya yang ke-22. Sejauh yang saya ingat, itu adalah ‘pesta’ ultah paling meriah yang pernah saya alami sepanjang hidup saya. Sebenarnya lebih tepat dibilang syukuran saja, karena makanan yang disajikan pun sederhana. Masak sendiri (bukan saya yang masak tentu :p).

Yang hadir pun hanya anak-anak kosan (4 orang) dan teman-teman se-geng mereka dan/atau pasangan mereka (kira-kira 6 orang-an) yang sering main ke kosan. Saya sebenarnya mengundang beberapa teman dekat saya juga, tapi yang bisa datang cuma satu orang. Hihihi.. Tak apa, tak mengurangi kebahagiaan saya sama sekali

Kosan ini pun ada dinamikanya sendiri. Ada yang keluar, ada yang masuk. Ada yang pindah kamar. Ada yang kuliah Komunikasi seperti saya, tapi lebih banyak yang kuliah Teknik Informatika. Saat ini malah didominasi mahasiswa Kesejahteraan Sosial.

Kosan ini pernah begitu ramai, sampai-sampai Ibu Kosan marah-marah karena berisik. Pernah juga begitu sepi, sampai-sampai saya merasa tak tahan sendiri lalu pergi (jalan-jalan *halah).

Kosan ini pernah begitu hangat, seperti keluarga kedua.

Pernah juga begitu panas dan penuh dengan pertengkaran.

Pada akhirnya, kosan mulai terasa dingin, ditinggal orang-orang yang dulu pernah menghangatkannya.

Kosan ini adalah saksi bisu. Dinding-dindingnya menyimpan memori saat kami tertawa, saat kami marah, saat kami menangis. Foto-foto yang ditempel bercerita tentang saat kami kuliah, saat kami wisuda, dan saat kami berpisah.

Mengenang semua ini membuat saya sadar kembali, bahwa hidup saya selama dua tahun terakhir di kosan ini begitu ‘ajaib’. Banyak warna, banyak rasa, banyak perubahan yang terjadi.

Kosan ini akan menjadi sepotong puzzle dalam hidupku. Kini saatnya move on, bergerak menuju suatu yang baru, meninggalkan semuanya menjadi masa lalu. Seperti Teh Ana, Ummul, dan Putri yang mendahului kami meninggalkan kosan ini, kami pun akan pergi.

Selamat tinggal PM..

Thank you so much for those sweet moments.. :’)

Ditulis sambil mendengarkan lagu “Semua Tentang Kita” oleh Peterpan.

Update

Helloooooww, fellas!

Kangen saya tidak?
Kangen dong pastinya.. *maksa*.
Udah lama banget saya ga posting ya..
Sebenernya sekarang juga masih males.
Tapi udah mentok banget ga ada hal lain yang bisa dikerjain lagi.
Ya suw, terpaksa posting deh. Hahahaha
*ckckckckck
Quick update sajalah.
1. Umur saya sudah 24 tahun! OMG!
Dan resolusi saya di umur ini adalah.. mulai sekarang saya akan menggunakan kata ganti “saya” di blog ini instead of “aku” yang sebelum ini saya gunakan.
Ga penting? Ember!
2. Status saya saat ini adalah: PENGANGGURAN. Huahahahaha *sok bangga
Nganggurnya saya kali ini lebih buruk daripada dulu pas habis wisuda. Kali ini saya tidak mood blogging, tidak bersemangat melamar kerjaan, tidak sedang terlibat produksi film, tidak bisa membaca novel-novel yang dulu saya sewa dengan beberapa ribu rupiah saja, tidak bisa kongkow dengan sahabat-sahabat saya sesama pengangguran terselubung, dan yang paling parah: tidak tahu apa yang harus saya lakukan untuk melalui ini semua *tsah!
Yah.. positifnya: saya tidak mencemaskan keuangan saya karena setidaknya sekarang saya tinggal di rumah (Batam), ga ngekos lagi di Bandung. But still, I lost everything!
Ga heran akhir-akhir ini saya agak stres.
3. Dua orang sahabat saya kompak banget lagi hamil dua bulan. Ckckckc. Pengen ngasih sesuatu tapi ga tau apa. FYI, saya tidak hadir di acara resepsi pernikahan dua sahabat saya itu. Kadang-kadang saya protes pada diri sendiri, sahabat macam apa saya?
Demikianlah kegalauan saya kali ini.
Terimakasih sudah menyimak.
Wasalam..
Y_Y

Farewell (Part 1): Jatinangor

Malam itu aku ke Jatinangor.

Tujuan utamanya siy, ngembaliin majalah & pensil warna Alvi. Tapi sebelumnya aku mengundang dua sahabatku Indri & DG (baca: Diji) untuk makan malam bareng.

Mereka agak heran, tumben banget aku ngajak dinner bareng. Tapi mereka tetap hadir dan mendengarkan ‘pengumuman’ku sesaat setelah kami duduk di sebuah tempat makan di dekat Pangdam, sambil menunggu pesanan datang.

“Jadi, maksud saya mengundang saudara-saudara datang kemari…”

“… adalah karena..”

“.. lusa aku akan ke Batam.”

Indri speechless. Matanya tiba-tiba berkaca-kaca tapi ia cepat menguasai diri. Sementara DG hanya tersenyum pahit (tsah, bahasanya!). Ya iyalah, si DG kan cowok, masak mau berkaca-kaca? :p

Setelah pengumuman (agak) shocking pink itu, kami makan & mengobrol seperti biasa.

Indri paling pertama menghabiskan makanannya dan minta izin ke Jatos. Pikiran pertama yang terlintas di benakku adalah, ni anak pasti mau ngebeliin sesuatu deh buat aku *geer*.

“Indri mau beli shampo,” ucapnya. Aku & DG heran.

“Jauh-jauh amat beli shampo ke Jatos,” sahut DG. “Tuh di warung depan juga ada..”

“Iya ya? Tapi di Jatos aja shamponya suka ga lengkap, apalagi di warung,” Indri ngeles.

Begitu Indri pulang dari Jatos, terbukti benar dugaanku. Ternyata dia ke Jatos ngebeliin aku bros kupu-kupu. Cantik sekali. Jadi ngerasa agak bersalah karena ga ngasih apa-apa buat Indri..

Selesai makan, aku memutuskan untuk langsung ke kosan Alvi. DG pengen ikut. Indri juga. Waa.. aku terharu. Mereka bersedia menemani aku jalan kaki ke kosan Alvi padahal kosan dia jaaaaauuuuuhhh pisan! Terpencil, lah.

Di tengah perjalanan, kami melewati minimarket tempat DG bekerja. Di depan minimarket itu ada gerobak penjual jus buah yoghurt. Surprisingly, ternyata jus yoghurt itu usaha milik DG! Pantesan aja tadi sebelum makan dia promosi, “Cobain deh ada jus yoghurt, harganya Cuma 6000”.

Lebih surprise lagi, ternyata usaha jus yoghurt yang saat itu baru berumur dua hari adalah usaha berdua bareng someone specialnya, Nisa (sahabatku juga, di Jakarta). OMIGOT OMIGOT OMIGOT! Isn’t it so sweet? Menurut aku punya usaha bareng pasangan tuh romantis. So sweet so sweet so sweet… Mupeng.. >.<

Akhirnya aku dan Indri pun membeli jus yoghurt itu. Rasanya lumayan.

Via sms, Alvi bilang dia akan keluar kosan. DG tampak kecewa karena dia sebenarnya tetap ingin jalan kaki sampai kosan Alvi. Dia lagi pengen jalan-jalan. Tapi akhirnya kami memutuskan menunggu Alvi saja di sana, bertiga nongkrong-nongkrong sambil minum jus dan menemani si penjual (karyawannya DG) melayani pembeli. Heuheu.

Lama kemudian, Alvi datang naik motor. Setelah aku menyerahkan semua barang-barangnya, dia minta traktir es krim. Gubraaaaak..! Ni anak ga segan-segan banget deh kalo request sesuatu. Aku siy mengiyakan aja, secara kapan lagi aku bisa traktir dia? Lagipula dia pernah ngebeliin aku es krim pas aku ultah J

Dia minta dibeliin es krim di Jatos, atau di kedai Indra dekat Griya. Indri pamit pulang ke kosan. Aku udah siap naik motor Alvi ketika aku tanya DG, “DG abis ini mau kemana?”

Tebak apa jawabnya?

“Ga tau”.

Jiaaaaaahh, ni anak labil amat yak? Hahahahaha..

Aku ceritakanlah pada Alvi bahwa si DG ini belum ingin berpisah denganku (bohong) dan masih ingin jalan-jalan (beneran). Alvi maklum. Ia lalu menitipkan motornya di warnet Bunga Mas dan mengajak DG ikut kami beli es krim. Ckckckckck.

Dan.. berjalan kakilah kami (lagi) dari gerbang Unpad ke Jatos. Jatos udah mau tutup dan yang jual es krim.. pastinya udah tutup duluan. Haha. Kami lalu melanjutkan perjalanan ke Kedai Indra dan beli seporsi es krim goreng untuk Alvi saja 😀

Ketika aku bilang aku akan ke Batam, respon Alvi datar aja (emang lo ngarep responnya apa Sin?). Baguslah. Coz kalau aku melihat orang yang berat hati berpisah denganku, kayak di DG ini *tetep geer, lol*, aku pun jadi semakin berat hati.

Eniwei, beneran loh aku sampe mengusir DG pulang.

Abis dari Kedai Indra, kami jalan kaki lagi sampai gerbang Unpad. Aku & Alvi menuju parkiran motor. Si DG masih ngekor! Akhirnya aku bilang, “DG pulang sana!” sahutku sambil nunjuk angkot.

“Wah, diusir nih?” protesnya.

Apa boleh buat, DG. Sudah malam, waktunya pulang.. 😀

Sampai jumpa lagi DG, Indri, Alvi…

Thanks For Being My Good Friends

Sedang merasa ‘tertampar’ & menyadari bahwa aku harus lebih banyak bersyukur karena memiliki teman-teman yang baik dalam hidupku. Jadi seperti Nurul yang membuat tulisan apresiasi untuk teman-temannya, maka aku pun menuliskan ini.

Tessa Pamela Sari

Aku bukan orang yang pintar memelihara persahabatan sebenarnya, apalagi kami jarang bertemu semasa kuliah dan pasca lulus. Jadi kalau kami sekarang masih bersahabat.. well, ini adalah sebuah prestasi. Delapan tahun!

Terimakasih Allah, Engkau menggariskan Tessa kuliah di Bandung, sehingga dia bisa menemaniku saat galau di masa-masa SPMB. Heuheu (Thanks to Delvina, too. Dua orang ini yang sebenarnya soulmate-an. Hihi).

Pevi Karamina Putri

Sahabatku yang selalu menginspirasi selama kuliah. Cantik, pintar, sholehah. Subhanallah lah pokoknya. Yang menginspirasi, yang selalu memberi nasehat, yang sering nraktir *eh?. Semoga Pevi dan keluarga selalu diberkahi Allah. Amin.

Isnia Nurul Dita, Ana Nur’anafi, Syarifatunnisa M. Putri, Ridha Umami, Ummul Fitri Afifah, Revina Bayu, Ermitha.

Tempat curhat dan ngegosip, pastinya :p

Supporter paling hebat di masa-masa stres menyusun skripsi.

Kehangatan, kebersamaan, kekompakan, kenarsisan, kegembiraan, ke’gila’an. Merekalah yang membuat kosan menjadi ‘home sweet home’.

Dihyah Gunalloh

Teman yang SELALU SATU KELAS dari semester satu sampai semester akhir. Mengingat prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2005 ada 12 kelas, yang lalu dibagi jadi 3 jurusan, lalu dipecah lagi jadi 3 konsentrasi, ‘ajaib’ aja kita selalu bareng. Andai kita lulusnya bareng, perfect banget tuh pasti. heuheu.

Dg selalu tahu kalau aku abis nangis, atau lagi galau. Menyebalkan. Padahal aku selalu berusaha menyembunyikan ekspresi supaya orang-orang ga pada tahu. Tapi Dg selalu tahu. Kok bisa seh? Ckckckc

Indri Sulistiowati, Annisa Fitriani

Mankomers D + Thias.org. Belajar di kelas bareng, jobtraining bareng. Kosan mereka sering jadi tempat nginep kalau aku bosen di Bandung, atau ada acara malam di Nangor. Sering curhat-curhatan, pasti. Terimakasih ya temans, bersedia mendengarkan ceritaku yang suka ga penting ini. hihihi. (Terimakasih juga buat Suci Septiani, Dian Merdiana, Putri, Maya, Adi, Hadi, Adit, & teman-teman Mankomers lain)

Robby Prasetyo

sahabat sejatiku banget lah di CC. Yang ngajarin aku ngedit, tempat konsultasi, tempat curhat, tempat membuang masalah-masalahku a.k.a tempat ‘sampah’, temen nongkrong, temen nonton, temen makan, teman kerja & tempat melimpahkan pekerjaan. Ckckckc. You are the best, Robby! 😀

‘Best moment’ku dengannya adalah pas pra produksi Gancu Production. Kami pernah berdebat via sms, bales-balesan sms pake huruf kapital. Hahaha. Berhubung kami sama-sama tipikal orang yang jarang bisa marah, jadi itu peristiwa langka banget. Hehe. Bagian terbaiknya adalah, bahwa hari itu juga kami baikan. Baguslah (Robby yang mengalah, pastinya :p)

Terimakasih juga untuk ALL CC’ERS semua angkatan. Love you all! 🙂

Gilbert Orlando Sitorus

He was my angel 🙂

Sangat baik hati dan sangat inspiratif.

(Udah ah segitu aja kayaknya cukup :p)

Aku yakin suatu hari nanti dia akan jadi orang yang hebat & sukses.

Nosa Sintari Dewi, Ade Puspitasari

Tempat curhat di kantor.

Teh Puput adalah temen nebeng pulang kalau ga ikut jemputan. Mbak Ocha tempat minta cemilan *halah*. Terimakasih ya.. kalian baik sekali.. (Terimakasih juga buat Teh Tia, Teh Nelly, Teh Yessie, Teh Rika, & all crew HR-GA Dept Shafco)

Chandra Darusnal

I ALWAYS enjoy every moment & conversation with him.

sekian 😀

(jiaaaah, lebih singkat dari deskripsi Gilbert :p)

Terimakasih juga aku ucapkan buat Randa.. 🙂

Persahabatan kita ga selalu mulus, memang. Maafkanlah aku yang tak sempurna.

Kita pun tak selalu bersama.

But I believe that good friends are like stars. They’re not always can be seen. But they’re always there.

Alhamdulillah ya Allah, Engkau mengirim mereka padaku.

Alhamdulillah, Alhamdulillah..

Thank you very much, guys.

I’m very grateful having you all in my life.

Thank you, thank you so much.

with love,

Sinta