Kaleidoskop 2011

2011 tinggal beberapa jam lagi.

Saya melakukan kilas balik 2011. Enaknya punya blog kayak gini nih, tinggal buka postingan-postingan lama buat me-review apa yang sudah dilakukan sepanjang tahun ini.
Jadi..
membaca resolusi 2011 saya, ternyata 90% resolusi GAK TERCAPAI! Huahahahahahahaaaa..
Paraaaaah..
Tapi tetap 10% nya saya syukuri. Kenapa? Karena yang 10% nya itu adalah ‘pasal’ peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah. Semoga bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan. Amiin.
Baiklah, mari kita lihat apa yang terjadi dalam hidup saya selama 2011.
1. Tanda tangan kontrak.
Saya lulus masa percobaan dan menandatangani kontrak selama satu tahun (sampai Februari 2012). Meskipun ternyata pada akhirnya saya harus berhenti kerja pada bulan Mei 2011, saya gak keberatan. Bisa pulang ke rumah di Batam 😉
2. Belajar GIMP, Ink Scape, dan Kdenlive
Belajar ngedit foto, bikin desain, dan ngedit video di Linux. S.E.S.U.A.T.U.
3. Main PaintBall & Arung Jeram
4. Menghabiskan beberapa bulan di Batam, termasuk selama puasa sampai lebaran. Super happy.
5. Kerja sebagai Customer Service. Empat Minggu saja 😀
6. Masuk YEA -> 2nd BEST MOMENT IN 2011
7. Liburan ke Bali sekeluarga -> BEST MOMENT IN 2011
Demikian.
Saya tulis yang bagus-bagus saja, yang jelek lupakan saja. Hihihi…
Untuk resolusi 2012..
Buka usaha insya Allah. Amiiin! 🙂

Another Quick Update

1. Saya sedang melaksanakan Praktek Entrepreneur Lapangan (PEL) di sebuah cafe di Jatinangor. Tugas utama: admin twitter. Saya dulu pernah berkhayal, kerja sebagai penulis novel, nulis di cafe yang nyaman sambil online. Kegiatan PEL ini nyaris sama dengan khayalan itu, kecuali bagian “menulis novel” :P. Gapapa. Someday I will be. Someday.

2. Adik saya yang satu kosan dengan saya, keterima kerja di Jakarta. Huaaaa… saya gak bisa membayangkan berpisah dengannya. Nanti saya pinjem baju sama siaaappaaaa…?? *loh.
3. Saya pengeeeeeeeen banget nonton The Billionaire. Tapi di PEL ini harus masuk setiap hari. Bahkan hari Minggu itu wajib. Hiks.. kapan saya bisa nonton kalau gini caranya?
4. Orangtua saya ke Bandung! Hore! Mereka mengisi kamar kos saya dengan kulkas, cooler, dispenser, dan penanak nasi. Kamar jadi sempit banget dan terancam tagihan listrik bulan depan membengkak. Hahahaha… Nikmati saja. Alhamdulillah.. 🙂 Plus, pastinya momen favorit saya: BELANJA BAJU!
5. Nemu satu blog baru yang recommended: www.namarappuccino.blogspot.com karya @ericknamara. Saya suka mengutip postingan “Sekeping Frase” dan men-tweet nya dengan hashtag namarappuccino. Check them out, guys! 😀

6. Merasa harus ikutan penyusunan buku antologi Banceuy (Bandung Cendoler’s Euy). Harus bikin cerpen atau puisi. Kayaknya sih lebih cepat dan lebih mudah bikin puisi. Doakan saya yah. Semoga dapet ide dan mood oke buat nulis puisi. Amiiin YRA.
7. Sahabat saya sebentar lagi akan MELAHIRKAN..! Waaaaooow *ikut deg-degan*
8. Sahabat saya yang sebentar lagi melahirkan gak cuma yang di Bandung, tapi yang di Batam juga! *double deg-degan* 😀
9. Resolusi 2009 baru terwujud akhir tahun ini: punya domain sendiri! (sintamilia.com)
10. Resolusi 2011 ada yang belum terwujud. Gak mau dibahas. Trims :p
Sekian dan terima kamu apa adanya 😀

Random

  1. Blog post terakhir sebelum ini adalah tanggal 12 Oktober. Sempat terpikir untuk mulai nge-blog lagi tanggal 12 November aja. Tapi di sini saya sekarang, menulis.
  2. Baru pulang liburan dari Bali bareng keluarga. Salah satu momen langka nih. Dua adik termuda bolos sekolah, Nurul bolos kerja, dan saya pun bolos kuliah :)). Di Bali hari Jumat-Senin, 28-31 Okt kemarin. Berkunjung ke Nusa Dua (parasailing, fly fish, diving), Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Padang-Padang Beach, Kuta, Joger.
  3. Beberapa kali kepikiran untuk menghapus account facebook dan deactive twitter karena jenuh. Tapi Kelas Cendol di Fb adalah anugerah dan di twitter saya banyak dapat ilmu dan informasi.
  4. Lagi sering galau dan “teori” terakhir saya adalah.. mungkin karena saya berhenti menulis. Karena bagi saya, menulis adalah terapi. Menulis “merapikan” isi otak yang berantakan.
  5. Kuliah saya semakin seru dan sepertinya saya benar-benar dituntut untuk fokus di sini.
  6. Pengen les Bahasa Inggris di EF. Pengen bisa menulis panjang dalam Bahasa Inggris tentu dengan grammar yang baik dan benar.
  7. Baru beli buku Mestakung oleh Prof. Yohanes Surya dan Yang Galau Yang Meracau oleh Fahd Djibran. Baru selesai baca Mestakung dan sempat nangis karena ceritanya mengharukan sekali :’)
  8. Liburan ke Bali itu menyadarkan saya bahwa saat yang paling tepat untuk berjalan-jalan adalah sekarang, saat masih muda.
  9. Liburan ke Bali itu my “dream comes true”. Semoga suatu hari nanti mimpi saya yang lain terwujud: Liburan ke Wizarding World of Harry Potter, USA.
  10. Saya pikir kuliah komunikasi itu udah paling seru. Ternyata kuliah kewirausahaan jauh lebih gokil. Belajar komunikasi itu menyenangkan, belajar usaha itu gila banget! :))
  11. Saya pengen banget membahagiakan orangtua. Tapi gak tau harus gimana. Ingin memberi mereka sesuatu (materi) tapi mereka tidak pernah minta apa-apa. Sepertinya bagi mereka, melihat saya bahagia sudah cukup..
Sekian dulu.
Trims.

Again, Just Quick Update

Beberapa hari terakhir ini frekuensi online saya menurun drastis. Mood nulis dan baca terjun bebas. Saya juga ga tau kenapa.

Tapi kali ini saya pengen update blog, hanya karena tidak mau perjalanan hidup saya ada yang “blank” *halah.
Jadi, kabar saya saat ini..
1. Resign dari pekerjaan terakhir saya sebagai Customer Service di sebuah lembaga bimbel. Dengan total lama kerja pas 4 minggu. Yuwk.
2. Pindah dari Batam dan ngekos lagi di Bandung untuk serius belajar bisnis di sebuah akademi.
3. HP CDMA saya hilang dan diganti dengan Android. Ternyata Android keren ya? Suka deh.
4. *ga tau lagi mau nulis apa* *tuh kan
Demikianlah sekilas info dari saya.
Sekarang saatnya kembali merajut mimpi dan kembali ke dunia nyata.

Mimpi Absurd

Tadi pagi saya bermimpi.

Mimpi yang, seperti wajarnya mimpi, terasa absurd sekaligus begitu nyata.
Alkisah,
saya berada pada sebuah antrian audisi (Audisi apa? Lanjutkan membaca! :D)
Banyak yang ngantri. Kayak di acara Indonesian Idol.
Tapi sempat-sempatnya, saya dan kawan-kawan (entah siapa kawan-kawan saya ini) melakukan tindak kriminal dengan melakukan… apa ya..? kalau tidak salah, mencuri beberapa bagian mobil milik Bara putranya Juan Felix Tampubolon (Entah kenapa ada dia di mimpi saya! Kenal aja enggak. Hwkwkwkwkwkwkw. Padahal ga ada Nikita Willy. Ckckckc)
Saya berjalan ke sebuah saung yang ada tempat duduknya.
Saung itu terletak di atas, di bagian tanah yang tinggi.
Agak berat menanjaknya. Tapi seseorang membantu saya dengan mendorong punggung saya.
Hingga sampai di saung, saya duduk.
Ketika saya melihat siapa yang mendorong saya..
ternyata dia.
Si tampan. Mari kita inisialkan menjadi ST (hihihi..)
Kalimat saya hanya satu, yang intinya saya tidak menyangka dia akan berada di situ.
Ternyata itu satu-satunya kalimat yang ada di antara kami.
Dia tak menjawab, dan saya tidak berbicara apapun lagi padanya setelah itu.
Tapi kami -atau minimal, saya- tetap merasa nyaman.
Setidaknya tidak ada pertengkaran seperti biasanya.
Kemudian kami pindah lokasi (biasa, di mimpi pindah-pindah lokasi entah dimana).
Mengantri lesehan dengan ratusan pengantri lain, yang sebagian besar perempuan seumuran saya.
Dia, ST, satu dari segelintir cowok, duduk persis di sebelah kanan saya.
Menemani saya.
Kemudian Bara lewat.
Berlutut di samping kiri saya, dan mengeluarkan sesuatu yang saya yakin dia ambil (entah bagaimana) dari saku saya.
“O ow. Aku ketahuan! Mengaku saja apa ya?” pikirku mengingat tindak kriminalku tadi.
Dia menunjukkan benda yang dia ambil dari saku saya,
ternyata… stiker logo mobilnya (Gubraaaaaakkkkss!).
Dia meringis menertawakan.
Mungkin dia pikir, cemen banget saya cuma nyolong stiker mobilnya.
Lalu ia pun pergi meninggalkan saya.
Si Bara nampaknya masih mencari-cari pelaku pencurian isi mobilnya.
Beberapa orang dipanggil dari antrian.
Ada seorang gadis yang ketika digelandang, dia berat hati dan memelas,
“Tapi saya lagi ‘dapeeet’…”
Saya ngakak guling-guling mendengarnya.
Geer banget tuh cewek, kayak mau diapain aja sama si Bara.
Lalu ST menunjukkan pada saya bahwa saya lagi ‘dapet’ dan ‘tembus’.
Whaaaaattt?
Dengan wajah merah padam, saya tampar pelan pipinya supaya berpaling dari saya.
Sialan!
Menunggu.. dan menunggu..
Saya dan ST sama sekali tidak berbicara.
Hanya mengamati orang-orang yang berseliweran di depan kami.
Persis seperti orang lagi gelar lapak di Gasibu.
Tapi entah kenapa..
Kalau ada cowok yang lewat, sepertinya senang sekali mereka mengganggu ST.
Kebanyakan membuat dia jatuh terjengkang.
Saya kasihan tapi tidak bisa berbuat apa-apa,
saya pun tidak tahu apa salahnya sehingga ia dizolimi seperti itu.
Dan saya tidak bertanya.
(Ckckck. Bahkan dalam mimpi pun saya masih (pura-pura?) bersikap tidak peduli).
Sampai akhirnya…
Audisi dinyatakan selesai padahal saya belum sempat di tes.
Ternyata itu adalah audisi..
untuk mencari..
pemain tenis (Super absurd sekali sejak kapan saya tertarik main tenis? -__-“).
Kami pun pulang.
Nebeng sebuah mobil carry berwarna putih,
dengan teman-teman kuliah saya yang tidak begitu akrab (ga tau kenapa mereka juga ada di mimpi ini -___-“)
Saya terbangun.
Sejujurnya saya memang sedang kangen sama ST ini.
Tapi saya belum mau menghubunginya.
Jadi yaaah.. cukup senang ketemu dalam mimpi.
Lebih senang lagi karena tidak perlu ada percakapan yang biasanya berujung tidak enak.
Anyway,
Semoga dia baik-baik saja.

Menikmati Momen

Saya senang bisa menghabiskan waktu di hari pertama puasa ini dengan keluarga inti saya.

Saya lupa kapan terakhir seperti ini.
Enam tahun yang lalu mungkin, saat saya belum kuliah.

Saya bisa berada di sini saat ini karena kuliah saya sudah selesai, dan pekerjaan saya pun sedang ‘libur’. Yah, meskipun di rekening saya tinggal seribu perak (beneran!) tapi saya senang setidaknya kami sekeluarga bisa berkumpul dan tertawa bersama selayaknya keluarga harmonis lainnya *eaaaa.
Err..
Sebenarnya saya tidak tahu mau nulis apa lagi.
Hanya ingin kembali menulis blog saja ^_^

Ke Bandung!

Huehehehehehe. Baru aja postingan sebelumnya berjudul “Ke Jakarta!”. Sekarang udah bikin “Ke Bandung!” Hihiihihi..

Quick update sajalah.
Jadi kata Allah memang bekerja di sana belum menjadi terbaik untuk saya saat ini. Lucunya, saya tidak kecewa sama sekali. Entahlah. Mungkin karena saya memang belum yakin bekerja di Jakarta, atau di posisi yang saya lamar itu. Saya cuma agak tidak enak hati ke orangtua karena sudah mahal-mahal membiayai perjalanan saya, ternyata hasilnya nihil.
Sekarang saya di Bandung.
Menjenguk adik saya. Melihat kosan kami yang cukup banyak berubah. Akan berburu buku-buku yang sulit saya dapatkan di Batam. Akan melakukan kegiatan lain tak hanya online seharian seperti yang biasa saya lakukan di rumah.
Saatnya menikmati Bandung kembali, sebelum mudik (lagi) ke Batam.
🙂 🙂 🙂