Live Your Life!

Take a step back. Fucking look at yourself. You are human. You are beautiful. You are so beautiful. And you can be anything. You can be everything.

Do not hate because someone broke your heart, or your parents split up, your bestfriend betrayed you, your father hit you, the kid down the street called you fat, ugly, stupid, worthless.
Do not concern yourself with things you cannot control. Cry when you need to, then let go when it’s time. Don’t hang onto painful memories just because you’re afraid to forget. Let go of things that are in the past. Forget things that aren’t worth remembering.
Stop taking things for granted. Live for something. Live for yourself. Fall in love. Fall out of love. Fall in love. Fall out of love. Do this over and over until you know what it really is to love someone.
Question things. Tell people how you really feel.
Sleep under the stars.
Create.
Imagine.
Inspire.
Share something wonderful.
Make something beautiful.
Meet new people
Make someone’s day.
Follow your dreams. Live your life to its full potential. Just live, dammit. Let go of all the horrible things in your life and just fucking live.
And one day, when you’re old, look back with no regrets.
Source: leilockhart.tumblr.com
Terjemahan bebasnya:
Coba mundur selangkah. Lihat dirimu. Kamu manusia. Kamu cantik. Cantik sekali. Dan kamu bisa jadi apapun. Kamu bisa jadi apa saja.
Jangan membenci karena seseorang membuatmu patah hati, sahabatmu mengkhianatimu, orangtuamu bercerai, ayahmu memukulmu, ababil di jalanan menyebutmu gendut, jelek, bego, ga berguna.
Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang tidak dapat kamu kontrol. Menangislah kalau memang perlu, lalu lepaskan. Jangan bergantung pada ingatan menyakitkan hanya karena kamu takut untuk melupakan. Lepaskan semua hal di masa lalu. Lupakan yang gak penting untuk diingat.
Jangan cepat merasa puas. Hiduplah dengan tujuan. Hidup untuk dirimu. Jatuh cinta. Bangkit. Jatuh cinta lagi. Bangkit lagi. Lakukan itu terus menerus sampai kamu tahu sebenarnya bagaimana mencintai seseorang.
Pertanyakan hal-hal. Katakan pada orang lain apa yang kamu rasakan.
Tidur di bawah bintang-bintang.
Berkarya.
Berimajinasi.
Jadilah inspirasi.
Bagikan hal -hal hebat.
Buat sesuatu yang indah.
Temui orang baru.
Buatlah orang lain gembira.
Ikuti mimpimu. Hiduplah dan keluarkan semua potensimu. Tinggalkan semua hal buruk dalam hidupmu. Jalani saja hidupmu.
Suatu hari nanti saat kamu sudah tua, menolehlah ke belakang dengan tanpa penyesalan.

#IngatanPenulis

Mengasah kepekaan adalah pekerjaan full-time penulis (setelah menulis tntu saja). Tdk smua yg ada di sekeliling bs diserap.

Seleksi dilakukan saat penulis buka seluruh indranya sbg kegiatan pra-kepenulisan. Detil2 apa yg prlu diingat dlm ?

Pilihan itu ada di tangan tiap penulis, tp ini bbrp contoh yg bisa digunakan sbg bahan untuk menjadi peka.

1. Yg mencetuskan pertanyaan. Kejadian/peristiwa/pemikiran yg buat bbrp pertanyaan hadir di benak. Prtanyaan2 ini bs diolah.

2. Yg berhubungan dgn moral/kode etik/pelajaran khdpan. Stp cerita psti pny tujuan, jd apapun yg diingat, ingat porsi ini.

3. Yg bisa memancing debat. Jk ada pro-kontra, perhatikan dan serap momen itu. Ini bs dijadikan sumber inspirasi cerita.

4. Yg bisa menguak kemanusiaan. Seni adalah lukisan ttng kehidupan & ketidakadilan/keadilan. Serap yg berhub dgn humanisme.

Kalau sdh terbiasa peka dan menyerap hal-hal yg td aku twit, maka kepingan-kepingan yg tidak “klop”, bisa dgn mudah dibuang.

Ingatan yg baik bukan ingatan random yg jumpalitan dan berantakan. Sortir, dan aktifkan indra kepekaan pd hal2 yg penting

Tujuan adlh menyadari “cerita” ada di depan mata pada setiap saat. Inilah apa yg ada di balik kepala profesi seorng penulis.

Ini yg diistilahkan dgn “kjatuhan inspirasi”. Kl orng nunggu inspirasi jatuh u/ nulis, maka penulis manggil inspirasinya dr .

Penulis mmbawa “inspirasinya” setiap saat di balik kepalanya. Kepalanya adalah gudang detil cerita. Isinya diambl dr mna? Dr

Sumber: Tweets @clara_ng yang diretweet oleh @_PlotPoint beberapa jam lalu. Thank you for sharing!

Eniwei, aku baru selesai baca dua novel Clara Ng: Jampi-Jampi Varaiya & Ramuan Drama Cinta. Sukaaaaaaaa 🙂

Tertawa (Guling-Guling) Bersama Alay

Suatu hari, seorang senior saya pasang status di facebook bahwa ia menerima sms salah kirim yang isinya begini,

“!MA N Mna ath N0 zoK D Age Th , !La Mh tTrag”

Senior saya ini kebingungan dan ga ngerti.
Akhirnya saya bantu menerjemahkan dengan penuh kesotoyan,
“Ima nu mana atuh nu sok diangge teh, Ila mah teu terang”
(bahasa sunda yang artinya “Ima, yang mana yang suka dipakai? Ila ga tau”

Senior saya itu takjub banget sama hasil terjemahan itu dan jadi curiga kalau saya diam-diam alay juga. Huahahaha. Saya sih jawab aja santai, “Ah tidak, saya hanya orang yang suka mempelajari berbagai bahasa. Bagaimanapun setiap orang (termasuk alay) ingin dimengerti. Hwkwkwkwkw”
dan ia pun tertawa guling-guling.
Saya sering melihat banyak orang terganggu sama alay. Tapi bagi saya sih, lucu-lucuan aja. Saya malah merasa kok bisa sih orang-orang ini kreatif banget memodifikasi bahasa Indonesia sampai jadi sulit dibaca dan sulit dimengerti. Bahasa alay sepertinya lebih nyaman dan lebih bisa dimengerti oleh sesama alay. Hebat dong. Mereka menciptakan bahasa sendiri!
Contoh bahasa alay di atas ‘cuma’ menyingkat dan bermain di huruf kecil dan huruf besar. Yang lain ada yang lebih parah: pakai angka. Seperti “4Q c!Nt4 k4mUh tW N63rt1 6a z3ch”. ckckckck
Jadi kalau saya lihat teman-teman saya pada ngamuk-ngamuk gara-gara para alay, saya sih ketawa aja.
Termasuk ketika beberapa pengguna Twitter mengeluarkan tweet-tweet dengan hashtag #NamaFacebookSpekta. Saya benar-benar ketawa sampai sakit perut.
Berikut ini beberapa diantaranya. Check these out!


  • Agay Ygslalutamppillmenawand Diideppanpperawan (kalau di depan janda?)
  • Rhma Ghaddiez Uchulldt Rhhybliizerscllalluterpuruk Dallamkepedihan (alamaak..)
  • Abdizaynaldsamadenganzhezhe Cintakapersibnepikeun Katitikdarahpenghabisan (Hidup Persib!)
  • RuudjtekeaneanyuntInteristi VengeancefoldNurseschizofrenia (Seperti nama suatu kelainan jiwa)
  • Anjar Jempol Maut Kikukikuktuingtuing (Jempol maut? Kikuktuingtuing? -__-“)
  • AndrEe Emo’the-skatePunk Semua’tentangmu-Disini Overdozist’my-Son (Manis banget ga sih.. semua tentangmu di sini overdosis.. Aw Aw)
  • Arizalcupumanik Panitiakeongracun Ygkeracunankeonk (Pesan moral: jangan jadi panitia keong racun kalau ga mau keracunan keonk)
  • Bayu Culundaplund CelaluNgekngok (CelaluNgekNgok apaan ya?)
  • Budy Virgiawan Rasa Strowberry (Yang rasa coklat ada ga, Bang?)
  • Citracitrroott Budaxdefresiikarnacinta
  • CherysdiarysHinwoo Siirahayu-princessriweuhthea Elloupeiu’pangeranbiru (Ssiceue Julekk Sangadt)
  • Miss’caemSanshan Tuinkktuinkk
  • Ariiez Xlaluzttiangantozan Anjeundatank
  • Siidestiididadotidiot Enengradafreakzlemoott Monstersscisorrkumell (??????)


masih ada lagi sebenernya tapi capek ah. Saya sendiri di grup Fb nemu nama “Rifa Siiemuaniezjembatanambrol”. Dahsyat banget ga sih itu JEMBATAN AMBROL?

Hwkwkwkwkwkwkkwkwkwkwkw.
Mari tertawa guling-guling.
Tertawa itu sehat (selama tidak dilakukan di depan binatang buas :D)

Kita Menghamba Pada…?

Dapat sms bagus nih dari teman, makanya aku share di sini…

Jika seorang hamba di pagi dan sore hari tidak mempunyai keinginan apapun kecuali Allah SWT semata, maka Allah akan memikul seluruh kebutuhannya.
Tapi jika seorang hamba di pagi dan sore harinya tidak mempunyai keinginan apapun kecuali pada dunia, maka Allah akan membebankan padanya semua yang menjadi keinginannya.
Allah akan meninggalkannya dan menjadikan hatinya sibuk dari ketaatan pada-Nya dengan mengabdi pada manusia sesamanya.

Ketahuilah, setiap orang yang menolak dari menghamba pada Allah, maka ia akan diuji dengan penghambaan pada sesama makhluk, mencintai, dan mengabdinya (Ibnu Qayyim, Al Fawaid)

Buku-Buku Yang Dibaca Di Bulan Desember

1. Curhat Setan – Fahd Djibran
2. Titik Temu Tiga Hati – Ichanx
3. The Lost Symbol – Dan Brown
4. Cinta Tak Pernah Tepat Waktu – Puthu ET
5. Intrepeter of Maladies – Jhumpa Lahiri
6. Lentera Cinta – Indari Mastuti
7. Devil In Me – Christina Tirta
8. Jingga – Agnes Jessica

Recommended Books: Curhat Setan, The Lost Symbol

Favourite Quote: From Jingga by Agnes Jessica

Aku tidak tahu mengapa kita tidak bisa mencintai seseorang. Dan mengapa kita tidak bisa berhenti mencintai seseorang.

Melamar-Melamar Kerja

(Catatan: Tulisan ini aku buat sebagai hadiah kelulusan untuk para sahabatku.. )

Begitu aku dinyatakan lulus sidang skripsi, aku menyimpan skripsiku alih-alih merevisinya. Aku memang berencana fokus nyari kerja dulu. Ga mau nganggur, ceritanya.

Aku ikut beberapa kali jobfair. Hmm.. tiga kali, kalau tidak salah. Pengalaman ketiganya hampir sama: tidak ada posisi yang membuatku sangat tertarik, tidak ada perusahaan yang aku cita-citakan, aku tidak nyaman berada di kerumunan orang pencari kerja, dan aku juga agak ga rela bayar tiket masuk jobfair (bisa buat makan sehari tuh T_T), padahal tidak mendapatkan yang aku harapkan. Di jobfair ketiga aku bertekad, “Ini kehadiran terakhir ku di jobfair. Ga lagi-lagi deh”. Dan memang, sampai sekarang aku ga pernah lagi ke jobfair.

Aku pernah melamar ke sebuah lembaga pelatihan broadcasting, karena tertarik dengan dunia pertelevisian & perfilman (plus konsentrasiku pas kuliah kan di bidang training). Aku diterima, lulus wawancara, dan sempat beberapa kali ikut training pemasaran. Orang-orangnya baik, trainingnya keren, tapi aku merasa belum bisa jadi marketing officer. Apalagi honornya sistem komisi, bukan gaji tetap. Aku pun menghilang dari sana tanpa kabar (ga sopan, emang >.<)

Aku juga pernah melamar ke stasiun TV di Jakarta. Ikut psikotes, lulus wawancara pertama, tapi gagal pas wawancara kedua. Baru beberapa hari kemudian aku ‘ngeh’ dengan kesalahanku yang membuatku gagal wawancara. Kalau aku tahu ‘trik’ itu sebelumnya, pasti aku bisa lolos tuh! Heuheu. Gpp lah. Belum rezeki, berarti.

Aku sempat ingin bekerja freelance. Jadi pengajar bimbel misalnya. Kesempatan itu datang tak lama kemudian. Ada lembaga bimbel buka lowongan. Aku melamar dan langsung diterima. Aku sudah menerima surat tugas mengajar, ketika aku diberitahu bahwa ada training untuk pengajar dengan biaya sekian-sekian (yang membuat honor mengajarku sepertinya akan habis terkuras untuk itu). Aku tidak bisa menerimanya, dan mengundurkan diri H-1 sebelum ngajar (!). Sempet sedih, tapi it’s okay. Allah pasti menyiapkan yang lebih baik.

Aku juga pernah melamar menjadi editor di perusahaan penerbitan ternama di Jakarta. Aku suka sekali membaca, dan tugas utama editor tentu saja membaca (dan mengeditnya). I’ll love this job. Aku dipanggil untuk tes, yang (sayangnya) gagal karena kurang pengetahuan & kurang persiapan. Tapi dari pengalaman terakhir itu, aku tiba-tiba menyadari sesuatu.

Kenapa aku gagal ketika wawancara/tes di Jakarta, padahal aku sangat amat berminat dan merasa mampu?

Jawab: Karena mungkin.. jauh di hati kecilku, ternyata aku belum siap kerja di Jakarta. Aku ingin di Bandung, aku masih ingin bersama teman-temanku.

Aku lalu merenung lebih jauh.

Kenapa belasan lamaran yang aku sebar di jobfair ga ada satu pun yang nyangkut?

Jawab: Karena aku memang tidak sedikitpun tertarik, tidak sedikitpun menginginkannya.

Kenapa lamaranku nyangkut, lalu dipanggil wawancara/tes di lembaga pelatihan broadcasting, di stasiun TV, di lembaga bimbel, dan di penerbitan?

Jawab: Karena aku memang BERMINAT di bidang itu.

Kenapa aku belum bekerja tetap?

Jawab: Karena jelas, aku masih ingin BIKIN FILM (yang ini mah sengaja :p). Keinginanku yang satu ini benar-benar serius dan tidak dapat diganggu gugat.

Aku ingin bikin film. Tapi karena butuh uang untuk hidup, aku harus bekerja. Maunya sih bekerja sebagai pekerja film, tapi mungkin karena “belum siap meninggalkan Bandung & teman-teman”, lamaranku ke PH-PH di Jakarta belum ada balasan. Oke. Menurutku itu masuk akal.

Aku ingin (1)bikin film+(2)bekerja buat makan+(3)di Bandung+(4)masih bareng teman-teman. Solusinya adalah.. berbisnis, atau jadi freelancer. Freelancer dulu aja deh. Karena aku suka nulis, aku ingin jadi freelance writer. Itulah keinginanku yang sebenarnya.

Allah Maha Mendengar, Allah Maha Pengabul Doa.

Sampai bulan Ramadhan lalu, aku kerja di kosan Dago Bandung, jadi freelance writer di sebuah situs kuliner (kerjanya 100% online dan aku maniak internet), serta –tentu saja!-aku juga bikin film bareng teman-teman di 89 Project. I got what I really want. Sempurna sekali hidupku!

Inti yang mau aku sampaikan di sini adalah, kalau di antara kalian ada yang bertanya-tanya: Kenapa sulit sekali mendapat pekerjaan? Kenapa aku ga dapat panggilan? Kenapa aku gagal tes/wawancara padahal aku merasa mampu & memenuhi semua kualifikasi? Kenapa aku belum bekerja?

Tanyakan pada hatimu, teman. Mungkin pekerjaan itu bukan yang benar-benar kamu inginkan.

Hati-hati dengan kata hatimu yang terdalam, yang seringkali kurang terdengar. Bahkan aku dengan keinginan dan kemauan yang sangat menggebu ingin bekerja di PH-PH Jakarta, bisa tertahan dengan keinginan ‘cemen’ seperti “pengen di Bandung & pengen bareng teman-teman”. Hal sepele seperti ini bisa jadi hambatan lho.

Tapi jangan terlalu khawatir tentang pekerjaan. Jangan pernah takut ga dapet kerja. Sekarang, nikmatilah masa-masa kelulusanmu. Setelah puas, mulailah berpikir dengan tenang.

Dengarkan kata hatimu, milikilah mimpi, harapan, keinginan, dan minat, lalu kejar!

Selama kamu yakin, insya Allah, cepat atau lambat, keinginanmu akan tercapai.

Pesan dari Steve Jobs,

The only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the hearts, you’ll know when you find it.”

Selamat mengejar impian, kawan! Semoga sukses selalu 🙂