Tumblring!

Tadinya saya mau ngobrolin semua media narsis saya di internet: Facebook, Twitter, Blogspot, Tumblr, Kompasiana, sampai Blogdetik. Hohohoho.. Tapi karena akan sangat panjang, jadilah saya pilih satu saja yang jadi favorit saya saat ini: My Tumblr.

Awal kisah, saya ingin posting quotes bagus dan menarik yang sering saya temukan dari buku. Tapi kalau saya tulis di blogspot ini, kasihan pembaca cuma mampir untuk 1-2 kalimat. Sementara kalau di twitter (yang notabene microblogging, katanya), selain jumlah karakter terbatas, pasti nantinya akan tenggelam seiring berjalannya waktu *tsah.
Jadilah, saya bikin tumblr yang saya anggap bisa mengakomodasi kebutuhan saya untuk posting superpendek-tanpa-takut-tenggelam-kayak-twitter. Ternyata begitu saya “menerjunkan diri” *apa sih*, ternyata tumblr itu WAOW banget! *lebay.
Ini yang ada di tumblr tapi ga ada di tempat lain:
1. REBLOG
Banyak banget postingan orang yang keren-keren tapi karena copy-paste itu tidak baik yah (:p) dan juga repot, jadi reblog aja! Huahahahaha. Cuma di tumblr yang meski gak mood nulis tapi tetap bisa ngeblog *evillaugh*
2. FANATISME
Selama ngeblog di Blogspot ini, belum pernah aku nemu orang yang bilang, “Aku cinta Blogspot!”. Heuheu. Tapi di Tumblr? Beuuuuh. Sering! Terutama anak-anak sekolah tuh ya, waktunya belajar malah tumblr-an. Tempat curhat dan nge-galau? Tumblr!

Judulnya sih “Studying”. Padahal.. “Tumblring” 😉

baca: “Tempat gue curcol”


3. GIF
Pertama kali saya tahu tentang format GIF itu ya di Tumblr ini. Gambar bergerak. Bukan video ya. Lebih seperti beberapa foto yang muncul bergantian jadi tampak bergerak.
Eh, tapi ada juga deng yang kayak video tapi super pendek sekali. Mungkin 2-3 detik yang diputar berulang-ulang.


4. KESAMAAN MINAT
Saya pernah baca sebuah postingan yang membuat saya heran. Postingan itu kira-kira isinya begini: “Sebagai pengguna Tumblr, kamu pasti menyukai setidaknya salah satu dari hal-hal berikut ini: Harry Potter, Glee, Disney, dll, dsb, dkk.. sampai 20 nomor kalau ga salah. Dan ga ada Twilight Saga. hihihihi. Yang bikin takjub, kok bisa ya dia menyimpulkan begitu? Tapi kayaknya bener sih. Saya misalnya, pengguna Tumblr yang suka Harry Potter 😀


5. CONTENT
Sebagian besar blogs yang saya ikuti di Tumblr berbentuk foto. Bahkan meskipun isinya cuma kata-kata pun, tetap saja formatnya jpg. Gampang dibaca, ga bikin mata capek, dan bener-bener deh, kalau galau, galau parah. Kalau manis, maniiiiiiis banget. Super cute and super sweet. Kalau kocak, bisa bikin saya ngakak guling-guling.








Super sweet

postingan galau




Sekarang saya nge-follow 61 blog dan punya 12 followers. Banyak ngikutin blog spesial fans Harry Potter nih. Kenyang deh saya lihat all about Harry Potter. Heuheu.
Begitulah.
Sebenarnya sih ada lagi yang bisa diceritain. Tapi kepanjangan ah. Sekian dulu ya.


*kembali mantengin dashboard Tumblr*
Advertisements

My Twitter

Sebenarnya saya tidak suka Twitter. Soalnya saya suka ga peduli sama omongan orang. Apalagi 90% yang mereka omongin itu ga ada hubungannya sama saya dan ga ada manfaatnya juga untuk saya. Tapi saya pernah baca, bahwa connect itu penting. Jadi yah.. saya lakukan saja. Lalu kita lihat apa yang terjadi *halah.

Yang baru-baru ini terjadi adalah..

Saya ikutan kuis #DISNEYGIVEAWAYS yang diadain @CINEMAGSNEWS. Kuisnya gampang, cuma nyebutin karakter kartun/animasi Disney favorit beserta alasannya. Jawabannya harus kreatif, unik, dan lucu.
Dan…
Beneran ga nyangka, saya termasuk dalam empat pemenangnya!
HORE! \^_^/

Saya mengirim dua jawaban waktu itu.
“Cinderella : Karena saya selalu tidur jam 12 malam teng!”
“Princess Aurora : Cukup dengan tidur saja, dia dapat pangeran :p”
Cinderela
Saya pernah dijuluki Cinderella pas jaman-jaman ospek jurusan.
Gara-gara pas sedang ngerjain tugas kelompok semalaman, saya bilang ke teman-teman, “Aku ngerjainnya sampai jam 12 aja ya,”
Mereka pada kaget, “Kenaaappaaaa..??”
Saya jawab dengan kalem, “Karena aku harus tidur..”
dan teman-temanku pun langsung gubraaaks. Hihihi..
Princess Aurora
Sebenarnya ini princess Disney favorit saya. Tumblr saya namanya Aurora Imagination (www.aurora-story.tumblr.com). Foto profile saya di tumblr itu juga Aurora.
Kenapa saya suka Aurora? Pertama menurut saya dia princess paling cantik.
Kedua.. ya itu.
Saya iri karena dia cuma tidur doang, terus dibangunin dengan ciuman pangeran tampan. Gimana ga bikin sirik? *lol
Sungguh cita-cita saya adalah menjadi putri Aurora *ngimpi.com
Saya belum tahu hadiahnya dari Cinemags apa. Denger2 sih DVD film .
Entahlah. Kita lihat saja apa yang terjadi *kalimat ini, lagi!*
Anyway, selain ikutan kuis, saya juga ikutan @writingsession. Tiap dua hari sekali nulis bareng jam 9-11 malem dengan tema yang ditentukan. Lumayan banget melatih kreatifitas, kecepatan berpikir dan kecepatan menulis. Tapi saya masih merasa kurang dalam pengembangan cerita. Harus out of the box dan ada twist soalnya. Belum mahir >.<
But it’s okay. Alah bisa karena biasa. Amin.
Hari ini saya bolos writingsession. Tapi saya ganti dengan nulis di blog ini. Yang penting tetap nulis lah ya.
Demikianlah kabar ga penting saya tentang Twitter.
Kalau ada yang mau memfollow saya, silahkan menuju @sintamilia.
See ya! 🙂

Farewell (Part 1): Jatinangor

Malam itu aku ke Jatinangor.

Tujuan utamanya siy, ngembaliin majalah & pensil warna Alvi. Tapi sebelumnya aku mengundang dua sahabatku Indri & DG (baca: Diji) untuk makan malam bareng.

Mereka agak heran, tumben banget aku ngajak dinner bareng. Tapi mereka tetap hadir dan mendengarkan ‘pengumuman’ku sesaat setelah kami duduk di sebuah tempat makan di dekat Pangdam, sambil menunggu pesanan datang.

“Jadi, maksud saya mengundang saudara-saudara datang kemari…”

“… adalah karena..”

“.. lusa aku akan ke Batam.”

Indri speechless. Matanya tiba-tiba berkaca-kaca tapi ia cepat menguasai diri. Sementara DG hanya tersenyum pahit (tsah, bahasanya!). Ya iyalah, si DG kan cowok, masak mau berkaca-kaca? :p

Setelah pengumuman (agak) shocking pink itu, kami makan & mengobrol seperti biasa.

Indri paling pertama menghabiskan makanannya dan minta izin ke Jatos. Pikiran pertama yang terlintas di benakku adalah, ni anak pasti mau ngebeliin sesuatu deh buat aku *geer*.

“Indri mau beli shampo,” ucapnya. Aku & DG heran.

“Jauh-jauh amat beli shampo ke Jatos,” sahut DG. “Tuh di warung depan juga ada..”

“Iya ya? Tapi di Jatos aja shamponya suka ga lengkap, apalagi di warung,” Indri ngeles.

Begitu Indri pulang dari Jatos, terbukti benar dugaanku. Ternyata dia ke Jatos ngebeliin aku bros kupu-kupu. Cantik sekali. Jadi ngerasa agak bersalah karena ga ngasih apa-apa buat Indri..

Selesai makan, aku memutuskan untuk langsung ke kosan Alvi. DG pengen ikut. Indri juga. Waa.. aku terharu. Mereka bersedia menemani aku jalan kaki ke kosan Alvi padahal kosan dia jaaaaauuuuuhhh pisan! Terpencil, lah.

Di tengah perjalanan, kami melewati minimarket tempat DG bekerja. Di depan minimarket itu ada gerobak penjual jus buah yoghurt. Surprisingly, ternyata jus yoghurt itu usaha milik DG! Pantesan aja tadi sebelum makan dia promosi, “Cobain deh ada jus yoghurt, harganya Cuma 6000”.

Lebih surprise lagi, ternyata usaha jus yoghurt yang saat itu baru berumur dua hari adalah usaha berdua bareng someone specialnya, Nisa (sahabatku juga, di Jakarta). OMIGOT OMIGOT OMIGOT! Isn’t it so sweet? Menurut aku punya usaha bareng pasangan tuh romantis. So sweet so sweet so sweet… Mupeng.. >.<

Akhirnya aku dan Indri pun membeli jus yoghurt itu. Rasanya lumayan.

Via sms, Alvi bilang dia akan keluar kosan. DG tampak kecewa karena dia sebenarnya tetap ingin jalan kaki sampai kosan Alvi. Dia lagi pengen jalan-jalan. Tapi akhirnya kami memutuskan menunggu Alvi saja di sana, bertiga nongkrong-nongkrong sambil minum jus dan menemani si penjual (karyawannya DG) melayani pembeli. Heuheu.

Lama kemudian, Alvi datang naik motor. Setelah aku menyerahkan semua barang-barangnya, dia minta traktir es krim. Gubraaaaak..! Ni anak ga segan-segan banget deh kalo request sesuatu. Aku siy mengiyakan aja, secara kapan lagi aku bisa traktir dia? Lagipula dia pernah ngebeliin aku es krim pas aku ultah J

Dia minta dibeliin es krim di Jatos, atau di kedai Indra dekat Griya. Indri pamit pulang ke kosan. Aku udah siap naik motor Alvi ketika aku tanya DG, “DG abis ini mau kemana?”

Tebak apa jawabnya?

“Ga tau”.

Jiaaaaaahh, ni anak labil amat yak? Hahahahaha..

Aku ceritakanlah pada Alvi bahwa si DG ini belum ingin berpisah denganku (bohong) dan masih ingin jalan-jalan (beneran). Alvi maklum. Ia lalu menitipkan motornya di warnet Bunga Mas dan mengajak DG ikut kami beli es krim. Ckckckckck.

Dan.. berjalan kakilah kami (lagi) dari gerbang Unpad ke Jatos. Jatos udah mau tutup dan yang jual es krim.. pastinya udah tutup duluan. Haha. Kami lalu melanjutkan perjalanan ke Kedai Indra dan beli seporsi es krim goreng untuk Alvi saja 😀

Ketika aku bilang aku akan ke Batam, respon Alvi datar aja (emang lo ngarep responnya apa Sin?). Baguslah. Coz kalau aku melihat orang yang berat hati berpisah denganku, kayak di DG ini *tetep geer, lol*, aku pun jadi semakin berat hati.

Eniwei, beneran loh aku sampe mengusir DG pulang.

Abis dari Kedai Indra, kami jalan kaki lagi sampai gerbang Unpad. Aku & Alvi menuju parkiran motor. Si DG masih ngekor! Akhirnya aku bilang, “DG pulang sana!” sahutku sambil nunjuk angkot.

“Wah, diusir nih?” protesnya.

Apa boleh buat, DG. Sudah malam, waktunya pulang.. 😀

Sampai jumpa lagi DG, Indri, Alvi…

‘Membakar’ Lab Kimia

(postingan ini ditulis beberapa hari lalu. Baru bisa publish sekarang. Heuheu)

Tadi liat serial ABG ‘Arti Sahabat’, dan ada adegan dimana dua orang cewek bertengkar pas praktek di lab kimia, terus salah satunya gebrak meja sampai cairan kimianya tumpah dan membakar tu meja. Mereka berdua pun akhirnya dihukum. Hihihi..

Aku lupa pernah nulis ini di blog atau belum. Kalaupun pernah, gapapa lah ya diceritain lagi. Aku pernah punya pengalaman yang mirip sama adegan itu.

Dulu, jaman SMA, kami lagi praktek pelajaran kimia. Guru sedang tidak berada di dalam ruangan. Murid-murid yang rajin, meneruskan belajar tanpa pengawasan guru. Murid-murid lain yang juga rajin (olahraga) bermain tenis meja. Main tenis meja di Lab Kimia! Yak, kalian tidak salah baca. Heuheu.

Aku salah satu saksi matanya. Seorang temanku sedang menyalakan spiritus. Itu loh, cairan berwarna biru yang fungsinya seperti bahan bakar. Biasa digunakan kalau praktek kimianya perlu api alias ada adegan bakar-bakaran.

Aku agak lupa adegan persisnya gimana, yang pasti dia gak sengaja membuat spiritus itu menetes-netes dari botolnya ke atas meja, lalu menyambar api, daaaaaaaann.. jreng-jreng.. kebakaran pastinya.

Pada panik dong semuanya. Tapi cowok-cowok yang main tenis meja dengan tenang ngambil kain, dibasahin, dan ditutuplah itu area api. Padam seketika. Seolah tak terjadi apa-apa, cowok-cowok itu kembali main tenis meja. Yang lain pun melanjutkan praktek. Yang numpahin spiritus sibuk melenyapkan barang bukti kebakaran. Pas guru datang, jejak-jejak kebakaran sudah hilang tak berbekas. Beda dengan sinetron itu, di sini ga ada yang dihukum. Gak ketahuan guru soalnya. Huahahahahaha…

Oh, how I miss that high school moment..

*kembali nonton ‘Arti Sahabat’ sambil bernostalgia masa-masa SMA*

Angkot

Malam telah larut.
Saat itu aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumahku di Dipati Ukur.
Dari Dago Plaza, aku naik angkot Kalapa-Dago ke arah Dago.
Aku duduk di samping supir.

Angkot berhenti saat lampu merah di Simpang Dago, pak supir bertanya padaku,
“Mau ke Dago Atas neng?”
“…”
Aku segera tersadar.

“Di sini pak,”
“Hah?”
“Saya turun di sini. Saya mau ke DU,” Aku membuka tas.
“Untung saya ingetin. Ini udah di Simpang Dago,”
“Iya, makasih pak,” ucapku sambil mengaduk tas, mencari dompet.
“Neng ngelamun sih. Mikirin pacarnya ya?”
“….”
Aku membayar angkot, lalu turun dan menyeberang jalan.
Saat berjalan aku berpikir sambil sedikit menahan malu.

Ah, apakah yang tadi memenuhi pikiranku sehingga aku seperti tidak sadar sedang dimana?
Memikirkan apa?
Memikirkan siapa?
Damn, i can’t remember what i was thinking about!

“Neng ngelamun sih. Mikirin pacarnya ya?”

Ah, aku ingat sekarang.
Ya, aku memikirkan pacarku.
Ah tidak, lebih tepatnya, mantan pacarku,
yang baru saja memutuskanku tadi,
di Dago Plaza,
sebelum naik angkot.

Jadilah Yang Membanggakan

“..I’m proud of you,, I like your way to get your dream. It’s amazing..
..Keren aja sin. You did what you passion on it. It’s cooool.”

Bukan sekali ini temanku itu “menggombal” seperti itu.
Itu bukan pertama kalinya dia bilang bahwa dia bangga padaku.
Sebenarnya sih, menurutku dia lebih membanggakan dibanding aku. Terutama dari segi prestasi. Tapi yah.. aku siy Alhamdulillah aja kalau ada yang bangga padaku. Heuheu (seneng dong, masa’ ga seneng?)

Disadari atau tidak, seperti orangtua, teman-teman kita juga bangga loh, kalau kita melakukan suatu kebaikan dan berprestasi (kecuali yang sirik). Sebaliknya, mereka juga pasti malu kalau kita berbuat sesuatu yang malu-maluin. Aku punya contoh (meskipun ini agak ekstrim)

Pernah ada orang yang “menuding”ku: “Eh, kau kenal gak sama yang namanya A? B? Temen-temen kau kan itu? Mereka bikin video mesum, tau! Sampai masuk koran!”
(bukan, bukan Ariel. Aku ga temenan ma Ariel. Lagipula yang bikin video mesum bukan dia doang kan?)

Clep! Nancep banget tuh kata-katanya. Awalnya aku ga percaya. Tapi ternyata itu fakta. Ya Allah, maluuuuuu… banget rasanya!

Emang siy, kasus itu gak ada hubungan langsung denganku. Tapi tetap saja. Mereka temanku, dan kasus yang menimpa mereka (entah mereka sadar atau tidak) membuat aku & teman-temanku yang lain malu & meringis.

Seandainya mereka bilang, “Kenapa situ yang malu? Kan kami yang dipermalukan?”

Mungkin aku jawab, “Entahlah. Yang namanya malu, seperti rasa yang lain, kan muncul begitu saja, tanpa direncanakan, tanpa bisa dicegah. Aku memang merasa malu. Aku akui itu,”

Sekarang aku sadar, hal-hal yang kita lakukan, berpengaruh pada perasaan orang lain (dalam hal ini, perasaan bangga & malu).
Kamu mungkin bisa bilang, “Apapun yang mau aku lakuin, terserah aku dong! Ini hidup aku, kan?”

Ya, terserah.
Memang, ini hidup kamu.
Kamu bisa milih, ingin seperti apa kamu di mata orangtua, keluarga, dan teman-temanmu?
Ingin jadi orang yang bikin mereka bangga, atau bikin mereka malu?

Terserah kamu.

Hari Ini, Satu Tahun Yang Lalu

I’m dead
But I’m happier than my previous life
No more tears

16 Januari 2010.
9.13pm

Pa..
masih banyak banget printilan2 skripsi yang belum dikerjain..

dua orang responden wawancaranya belum selesai..
transkrip hasil wawancara belum dibikin..
bab 4 & 5 masih revisi..
sistematika penulisan.. ada panduannya tapi saking detilnya sinta pusing sendiri..

konfirmasi hasil wawancara ke responden belum..
Huaaaaa… stres..! 😦

pengeeeen banget bisa ngundurin jadwal sidang.
tapi ga bisa, lah.
the show must go on

sebenernya sih merasa siap buat sidang..
kan di sidang mah yang penting bisa ngomong..

tapi ya itu…
skripsi sinta bakal ga lengkap.. 😦

klo dosennya belum ngijinin lulus gimana?
=((

hiks
hiks
Message sent to Dad

16 Januari 2010.
11.19pm.
Message received from Dad
Yang penting..optimalkan Ikhtiar plus doa..siapa tahu Allah memberi kemudahan dan kelancaran…Amin

17 Januari 2010

Aku pusing.
Terlalu banyak yang harus dikerjakan.
Terlalu banyak kekurangan
Terlalu membingungkan
Aku tidak siap sidang

Aku menangis.

18 Januari 2010
1.56am

jam 01.30 WIB
Dan sinta masih bingung bagaimana merevisi Bab 4 & 5 ini.
Transkrip masih belum selesai. Padahal Sinta udah men-delete beberapa responden biar ga banyak bikin transkrip.
Tetap saja.

Tinta printer habis.
Masih buanyak bgt yang harus di print.
Padahal 6 eks. skripsi harus dikumpulin paling lambat jam 10.00 WIB di Jatinangor.

Sinta dari kemaren2 pengen begadang.
Baru bisa begadang malam ini.
Tetap saja.
Otak Sinta juga susah diajak mikir jam segini.

Sinta belum siap, Pa. 😦
Bukannya Sinta takut sidang.
Semata-mata karena Sinta memang merasa belum mampu mempertanggungjawabkannya.
Belum siap lahir batin.

Ibaratnya mau perang,
Sinta bukannya takut sama musuh,
tapi memang sinta belum selesai berkemas-kemas,
belum menguasai senjata.

Kalau sinta paksa sidang selasa,
takutnya sinta bahkan ga tau argumentasi apa yang bisa Sinta pake,
karena toh Sinta sendiri merasa apa yang sinta tulis di skripsi itu belum memuaskan untuk dianggap benar.

Sinta pengen mundurin tanggal.
kalau boleh (dan kalau jurusan juga mengijinkan)
sinta pengen sidang skripsi tanggal 2 Februari..

Gimana, Pa?
Message sent to Dad

Aslm. Ibu, revisi Bab 4 & 5 sy blm selesai. Msh m’pelajari ttg kategorisasi.
Transkrip wawancara blm slesai semua. Sy mrasa skripsi sy blm siap utk sidang bsk.
Klo sy mundurin tgl sidang bs ga y, bu? Mnurut ibu bgmn?
Message sent to Pembimbing 1 @05.45 WIB

Setelah mengirim sms itu, aku berbaring. Mencoba tidur.
Teh Ana menyuruhku bangun dan melanjutkan skripsiku.
Aku bilang padanya kalau aku tidak mengerti tentang kategorisasi yang harus dibuat untuk perbaikan skripsiku.
Aku telah memutuskan untuk tidak sidang besok.
Tapi ia kemudian membantuku membuat kategorisasi
Ia juga menyuruhku meminta bantuan anak-anak kosan yang hari itu nganggur, buat bantuin aku menyelesaikan pernak-pernik skripsi.
Dan diriku yang lain, tidak rela aku menyerah lalu tidur kembali
Tubuhku ingin bergerak.
Berusaha melakukan apa yang aku bisa.
“Kerjakan saja sekarang, berhasil atau tidak, lihat saja nanti.”
Maka aku pun menulis skripsi lagi.
Dan meminta tolong Putri & Ami membuatkan transkrip wawancara

Aku mengumpulkan skripsi ke jurusan pukul 3 sore.
Terlambat 6 jam dari waktu yang ditentukan.

Pulangnya, aku menemui Nisa & Dg. Masih di kampus.
Dan aku pun menangis di depan mereka.
Sekali lagi menyatakan bahwa aku tidak siap sidang.
Skripsiku belum selesai!

***

I’m sorry for rejecting your call, bicky.
I just don’t wanna let you hear me cry.
Message sent to Bicky

Do you have alter ego?
Another different person live in you?
I have one.
And she pushing me in front of lions without any weapon
How come she do that to me?
Message sent to Bicky

I’ve choose to die.
Messages sent to Bicky

***

19 Januari 2010

Pukul 8.30 WIB,
Ketua sidang menanyakan kesiapanku.
Hatiku ragu.
Namun atas nama konformitas dan formalitas, aku menjawab, “Siap”.

Dan terjadilah.
Tak penting aku ceritakan detailnya.

***
I’m dying.
Message sent to bicky
***

Aku habis tercabik-cabik
Sakit.

Aku menangis lagi.

Bukannya aku takut tidak lulus.
Kelulusan hanya soal waktu.
Kalau tidak lulus saat ini, berarti ada saat yang lain.

Aku sedih semata-mata karena aku mengecewakan orang tuaku.
Aku sedih karena aku belum memaksimalkan kemampuanku saat menulis skripsi.
Aku sedih karena menyadari kesalahan dan kemalasanku selama ini.

Ampuni hamba, Ya Allah…
Ampuni hamba..
Astaghfirullah..

Pukul 16.50 WIB
Aku dinyatakan tidak lulus.
Tapi aku tidak menangis lagi.

Allah selalu memberikan yang terbaik.
Aku selalu percaya itu.

Aku pulang bersama Nisa, Indri, Dg, dan Ernest,
yang menemaniku sidang dari pagi.
Bercanda dan tertawa sepanjang perjalanan.
Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur hari itu.

I’m dead.
But I’m happier than before
No more tears
Message sent to all of you

Ceritanya,
Tulisan ini aku publikasikan di facebook tanggal 20 Januari 2010,
hanya 15 orang Very Important Person On My Friendlist yang aku tag & aku perbolehkan membacanya. Semuanya memberikan motivasi dan dukungan.

Hari ini, 1 tahun yang lalu, aku mengulang sidang skripsi, dan dinyatakan LULUS.
Alhamdulillah.. 🙂

*Tulisan ini mengalami editing ulang tanpa mengubah substansi